Psikoedukasi Dampak Teknologi bagi Kehidupan Remaja pada Siswa SMA Negeri 1 Ungaran
DOI:
https://doi.org/10.64850/kareba.v1i1.21Keywords:
psikoedukasi, dampak teknologi, remaja, siswa sekolah menengah atas, penggunaan digitalAbstract
Kegiatan psikoedukasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas penggunaan teknologi digital oleh remaja yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, baik secara psikologis, sosial, maupun akademik. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak positif dan negatif dari penggunaan teknologi serta membekali mereka dengan keterampilan mengelola penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ungaran pada Senin tanggal 14 Juli 2025 dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dengan melibatkan sebanyak 430 siswa kelas X. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi studi kasus, serta refleksi individu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yaitu sebesar 66,24%, berdasarkan perbandingan rata-rata skor pretest dan postest. Sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan dalam memahami dampak teknologi terhadap kesehatan mental, interaksi sosial, dan pengelolaan waktu. Manfaat utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran kritis siswa terhadap perilaku digital mereka serta tumbuhnya sikap reflektif dalam penggunaan teknologi secara bijak. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam membangun keterlibatan aktif masyarakat sekolah dalam edukasi literasi digital yang preventif dan berkelanjutan.
Downloads
References
APJII. (2023). Laporan Survei Internet APJII 2023. Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: W. W. Norton & Company.
Fallon, B. (2008). Psychoeducation and mental health. Australian e-Journal for the Advancement of Mental Health, 7(1), 1-10.
Fitriana, L., & Ramadhani, A. (2020). Psikoedukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Regulasi Diri Penggunaan Media Sosial. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(1), 23–30.
Gunawan, R., & Latifah, N. (2021). Peran Literasi Digital dalam Mencegah Kecanduan Gawai di Kalangan Remaja. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 10(2), 55–64.
Handayani, R. (2022). Efektivitas Psikoedukasi terhadap Literasi Digital dan Stres Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(2), 134-145.
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and Gratifications Research. Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523.
Marlina, D., & Widodo, A. (2022). Efektivitas Psikoedukasi terhadap Penggunaan Gawai Berlebih dan Dampaknya pada Remaja. Jurnal Psikologi Kesehatan Remaja, 5(2), 110–123.
Nurhidayati, I., Prasetyo, A., & Wulandari, S. (2022). Intervensi Psikoedukatif untuk Menurunkan Intensitas Overuse Media Sosial pada Siswa. Jurnal Psikologi Digital, 4(1), 45–55.
Prasetyo, D. W. (2020). Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Perilaku Digital Siswa Sekolah Menengah. Disertasi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Syafitri, E., & Yulianto, D. (2021). Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja di Era Digital. Jurnal Psikologi dan Pendidikan Karakter, 9(1), 99–107.
Widyastuti, A. (2021). Psikoedukasi Sebagai Strategi Pencegahan Kecanduan Gawai Pada Remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling Remaja, 9(1), 78–89.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Menik Tetha Agustina (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Kareba: Jurnal Pengabdian Masyarakat agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
