Edukasi Kesehatan Mental Remaja di Pondok Pesantren Pesawat Kulonprogo Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.64850/kareba.v2i1.97Keywords:
Edukasi, Kesehatan Mental, Remaja, Pondok PesantrenAbstract
Kesehatan mental khususnya pada remaja menjadi masalah yang tidak tabu lagi karena dimasa tersebut termasuk masa yang unik dari periode transisi di mana individu mengalami perubahan secara fisik maupun psikologis dari seorang anak menuju dewasa. Manfaat dan pentingnya bagi remaja untuk mengetahui dan memahami kesehatan mental dengan baik agar bisa mengendalikan dan mengontrol emosi. Penanganan yang salah atau kurang tepat akan berakibat yang kurang menyenangkan bahkan dapat berakibat buruk bagi kesehatan remaja. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri dan agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada santri tentang kesehatan mental secara tatap muka di aula dengan jumlah peserta 164 santri. Kegiatan dimulai mulai dari pukul 20.00-22.00. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner baku dilakukan uji pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan santri tentang kesehatan mental. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahun dan pemahaman santri secara signifikan tentang kesehatan mental. Sarannya tetap perlu diberikan kegiatan lanjutan untuk mampu memberikan kesadaran penuh dan kebiasaan dalam menjaga kesehatan mental bagi remaja.
Downloads
References
Ariyanti, T. D. (2022). Psikoedukasi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental pada remaja. Jurnal Kesehatan, 13(2), 6. https://doi.org/10.24252/kesehatan.v7i2.53
Farika, S. A., Mirza, M. N., & Romas, A. N. (2024). Promosi kesehatan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental pada remaja. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.70109/jupenkes.v1i1.10
Gloria. (2022, 24 Oktober). Hasil survei I-NAMHS: Satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Universitas Gadjah Mada. https://www.ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalahkesehatanmental
Indaria, Asrib, Y., Aminac, T., & Rizzal, A. F. (2023). Peer education: Kesehatan mental remaja untuk pencegahan gangguan mental remaja di Desa Ngadas. Journal of Health Innovation and Community Service, 2(2), 64–69. https://doi.org/10.54832/jhics.v2i2.155
Kholiq, L. F., Supriadi, Andri, M., Syarifudin, A., Erviyanti, T., & Oktavianti, V. (2022). Pembinaan kesehatan mental remaja di MTS Ngalaban Desa Bendet Kecamatan Diwek Jombang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.32492/dimas.v1i1.522
Praharso, N. F., Pols, H., & Tiliopoulos, N. (2020). Mental health literacy of Indonesian health practitioners and implications for mental health system development. Asian Journal of Psychiatry, 54, Article 102168. https://doi.org/10.1016/j.ajp.2020.102168
Prasetyo, A. E. (2021). Edukasi mental health awareness sebagai upaya untuk merawat kesehatan mental remaja dimasa pandemi. Journal of Empowerment, 2(2), 261. https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1757
World Health Organization. (2012). Mental health atlas 2011. WHO Library Cataloguing-in-Publication Data.
Xiong, J., Lipsitz, O., Nasri, F., Lui, L. M. W., Gill, H., & Phan, L. (2020). Impact of COVID-19 outbreak on mental health in the general population: A systematic review. Journal of Affective Disorders, 277, 55–64. https://doi.org/10.1016/j.jad.2020.08.001
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hodiri Adi Putra, Norra Hendarni Wijaya (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with Kareba: Jurnal Pengabdian Masyarakat agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
