Hubungan Bahasa, Pikiran, dan Otak: Analisis Psikolinguistik dalam Konteks Pendidikan Bahasa

Authors

  • Hayatul Hadia Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Indonesia Author
  • Muhammad Hasyimsyah Batubara Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.64850/cognitive.v1i2.128

Keywords:

Psikolinguistik, Bahasa-Otak, Bahasa-Pikiran, Neurolinguistik, Pendidikan Bahasa, Plastisitas Otak, Triadic Language Processing Model, Neuro-Pedagogical Cycle

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan triadik antara bahasa, pikiran, dan otak melalui analisis psikolinguistik dalam konteks pendidikan bahasa, menggunakan pendekatan kajian literatur kualitatif sistematis terhadap sumber-sumber ilmiah periode 2010–2025 dari jurnal terakreditasi, buku rujukan, dan prosiding. Temuan teoretis mengonfirmasi relasi timbal balik di mana bahasa berfungsi sebagai jembatan simbolik antara representasi neurologis (area Broca untuk produksi, Wernicke untuk pemahaman, serta fasciculus arcuate) dengan proses kognitif (memori kerja, perhatian selektif, fungsi eksekutif), sementara hipotesis Sapir-Whorf moderat menunjukkan pengaruh bahasa terhadap kategorisasi pengalaman tanpa menentukan pikiran sepenuhnya. Secara neurolinguistik, plastisitas otak terbukti melalui perubahan struktur materi abu-abu dan konektivitas pada pembelajar bilingual, mendukung strategi pembelajaran seperti input dapat dipahami (i+1), chunking untuk mengelola beban kognitif, scaffolding transisi receptive-productive, serta pengulangan tersebar untuk konsolidasi memori jangka panjang. Sintesis menghasilkan Triadic Language Processing Model yang mengintegrasikan tiga lapisan (neurologis, kognitif, bahasa) dengan Neuro-Pedagogical Cycle (exposure-processing-production-consolidation), memberikan landasan empiris bagi task-based language teaching (TBLT), transfer positif antarbahasa, dan teknologi adaptif di kelas Indonesia. Implikasi pedagogis mencakup revisi kurikulum berbasis neurosains, pelatihan guru psikolinguistik, serta rekomendasi penelitian lanjutan seperti studi longitudinal neuroimaging untuk validasi model pada populasi multilingual lokal. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anam, C. (2024). Problems of language acquisition in psycholinguistic perspective. Tarsib: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.61181/tarsib.v2i1.458 DOI: https://doi.org/10.61181/tarsib.v2i1.458

Aprilia, D., & Apriliyani, N, A. (2023). Kajian psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. PENTAS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 120–132. https://doi.org/10.52166/pentas.v9i2.4868

Arteaga-Quijije, N. K. (2022). Psycholinguistics: Interactions between mind and language. Revista Científica Mundo de la Investigación y el Conocimiento, 6(3), 1–12.

Cambridge ELT. (2022, April 29). How learning a new language changes your brain. Cambridge English Language Teaching Blog. https://www.cambridge.org/elt/blog/2022/04/29/learning-language-changes-your-brain/

Damayanti, A., Widiyarti, T., Zahro, H. T., Aulia, R., & Nisa, H. U. (2025). Gangguan berbahasa pada anak dan implikasinya dalam psikolinguistik: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 1674–1683. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1799 DOI: https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1799

Dey, S., & Sawalmeh, M. (2021). Psychological processes in language learning and teaching. Journal of Pedagogical Psychology, 2(1), 15–27. https://doi.org/10.32996/bjal.2021.1.1.1 DOI: https://doi.org/10.32996/bjal.2021.1.1.1

Fedorenko, E., & Varley, R. (2016). Language and thought are not the same thing: Evidence from neuroimaging and aphasia. Annals of the New York Academy of Sciences, 1369(1), 132–153. https://doi.org/10.1111/nyas.13046 DOI: https://doi.org/10.1111/nyas.13046

Kuhl, P. K. (2011). Early language learning and literacy: Neuroscience implications for education. Mind, Brain, and Education, 5(3), 128–142. https://doi.org/10.1111/j.1751-228X.2011.01121.x DOI: https://doi.org/10.1111/j.1751-228X.2011.01121.x

Purba, N. (2018). The role of psycholinguistics in language learning and teaching. TELL: Teaching of English Language and Literature Journal, 6(1), 37–50. https://doi.org/10.30651/tell.v6i1.2077 DOI: https://doi.org/10.30651/tell.v6i1.2077

Setyawan, W. (2024). The Psycholinguistic Dynamic of Early Language Acquisition. JOSAR (Journal of Students Academic Research), 9(2), 160-170. https://ejournal.unisbablitar.ac.id/index.php/josar/article/view/3918

Steinberg, D. D., Nagata, H., & Aline, D. (2013). Psycholinguistics: Language, mind and world (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315846330 DOI: https://doi.org/10.4324/9781315846330

Tazkya, G. (2022). Systematic literature review hubungan bahasa dan perkembangan kognitif anak usia dini. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 210–220.

Wang, X. (2020). The relationship between thought and language based on the Sapir-Whorf hypothesis. Journal of Language and Linguistic Studies, 16(2), 890–901.

Yousif, M. A. (2022). Language and the brain: Exploring the relationship between linguistic processing and neurological structures. Humanities and Social Sciences Studies, 4(1), 77–89.

Yuliasari, Y., Hidayah, N. ., & Mahliatussikah, H. (2024). Pemerolehan Bahasa Ibu dalam Perspektif Psikolinguistik: Proses, Faktor, dan Implikasi. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, Dan Sastra, 2(2), 327–343. https://doi.org/10.59638/isolek.v2i2.408 DOI: https://doi.org/10.59638/isolek.v2i2.408

Published

2025-12-31

How to Cite

Hadia, H., & Batubara, M. H. (2025). Hubungan Bahasa, Pikiran, dan Otak: Analisis Psikolinguistik dalam Konteks Pendidikan Bahasa. Cognitive Insight in Education, 1(2), 128-141. https://doi.org/10.64850/cognitive.v1i2.128

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.