Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik dalam Papan Nama Jalan dan Gedung di Kota Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.64850/polyglot.v1i1.59Keywords:
Bahasa Indonesia, Lanskap linguistik, SurakartaAbstract
Kajian Lanskap linguistik menyajikan informasi mengenai jangkauan penggunaan bahasa. Hal ini terkait dengan upaya untuk memprioritaskan suatu bahasa dalam ruang publik. Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya prioritas bahasa Indonesia, salah satunya pada papan nama di ruang publik. Studi ini akan menguraikan penggunaan bahasa dan konfigurasi posisi serta ukurannya dalam bentang linguistik di Kota Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data berupa satuan lingual untuk nama jalan dan bangunan instansi pemerintah di Kota Surakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tangkapan layar Google Maps pada papan nama jalan dan bangunan pemerintah. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu. Metode penyajian analisis data menggunakan metode deskriptif formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas bahasa Indonesia di Kota Surakarta tercermin pada papan nama jalan yang konfigurasi posisi dan ukurannya telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Sementara itu, papan nama bangunan instansi pemerintah memiliki konfigurasi posisi dan ukuran yang lebih tinggi.
Downloads
References
Ardhian, D., & Soemarlam, S. (2018). Mengenal kajian lanskap linguistik dan upaya penataannya dalam ruang-ruang publik di Indonesia. Jurnal Akrab Juara, 3(3), 170–181.
Blommaert, J. (2013). Ethnography, superdiversity and linguistic landscapes: Chronicles of complexity. Multilingual Matters. https://doi.org/10.21832/9781783090419
Cenoz, J., & Gorter, D. (2008). Knowledge about language and linguistic landscape. Dalam N. H. Hornberger (Ed.), Encyclopaedia of language and education (Vol. 6, pp. 22). Springer.
Gorter, D. (2006). Linguistic landscape: A new approach to multilingualism. Multilingual Matters Ltd. https://doi.org/10.21832/9781853599170
Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic landscape and ethnolinguistic vitality: An empirical study. Journal of Language and Social Psychology, 16(1), 23–49. https://doi.org/10.1177/0261927X970161002
Lou, J. J. (2016). [Ulasan buku] Jan Blommaert, Ethnography, superdiversity and linguistic landscapes: Chronicles of complexity. Language in Society, 45(3), 478–480. https://doi.org/10.1017/S004740451600035X
Moleong, L. (2009). Metode penelitian kualitatif. RemajaRosdakarya.
Rejeki, M. R. S. S. (2022). Lanskap linguistik pada papan nama gedung instansi pemerintah di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. [Skripsi, Universitas Sebelas Maret].
Sahril, S., Harahap, S. Z., & Hermanto, A. B. (2019). Lanskap linguistik Kota Medan: Kajian onomastika, semiotika, dan spasial. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan, 17(2), 195–208. https://doi.org/10.26499/mm.v17i2.2141
Shohamy, E., & Gorter, D. (Eds.). (2009). Linguistic landscape: Expanding the scenery. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203930960
Widiyanto, G. (2019). Lanskap linguistik di Museum Radya Pustaka Surakarta. Dalam Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) (Vol. 1, pp. 255–262). https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks/article/view/39023
Zaim, M. (2014). Metode penelitian bahasa: Pendekatan struktural. FBS UNP Press.
Zaman, S. (n.d.). Lanskap linguistik kawasan Kota Tua Jakarta: Kajian sikap bahasa. Dalam Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) (Vol. 3, pp. 666–673).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pradana Ricardo, Tasya Angelita (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
